Debat Calon Ketua Umum, Priyo: Kalau Saya Ketua Umum Golkar Tak Akan Otoriter Soal Capres

0
600
Debat Calon Ketua Umum Golkar

Surabaya – Meski punya banyak kursi di DPR RI, Partai Golkar gagal di Pilpres. Caketum Golkar Priyo Budi Santoso menjanjikan jika terpilih nanti akan membuat mekanisme penentuan capres yang demokratis.

“Kalaupun saya menjadi ketua umum tidak boleh otoriter. Ketua umum bersifat kolektif kolegial, saya akan men-drive secara kolektif kolegial. Manakala partai kami nanti pada 2019 dan seterusnya memang harus mencalonkan sebagai calon presiden can calon wakil presiden itu adalah kehendak alam dan jangan dihalang-halangi siapa pun ia,” kata Priyo dalam debat caketum Golkar yang ditayangkan live di TVOne dari Tunjungan Hall Surabaya, Rabu (11/5/2016).

Priyo mengakui selama ini Golkar hebat dalam hal kendaraan capres. Namun demikian kendaraan itu tidak bisa mengantar kader Golkar jadi Presiden.

“Memang betul kami hebat dalam hal kendaraan, memang betul kami hebat dalam legislatif, tapi kami akui gagal di posisi RI-1,” kata Priyo.

Dia pun akan mempersiapkan mekanisme khusus untuk mempersiapkan Pemilu 2019. Agar nanti Golkar tidak hanya menang di Pileg tapi juga sukses di Pilpres.

“Ide brilian konvensi itu adalah ide brilian autentik dari Partai Golkar dan itu tidak terbantahkan. Kalau memang saya terpilih menjadi Ketua Umum, semua (caketum) saya tarik menjadi pengurus inti saya. Apakah akan konvensi atau yang lain saya akan tanyakan kepada Rapimnas. Kita membuat mekanisme Rapimnas atau cukup dikonsultasikan ke Dewan Pembina itu kita belum tahu,” kata Priyo.

“Untuk calon presiden dari Golkar, jika saya terpilih, saya akan menempuh cara hebat yang demokratis ala Golkar,” kata Priyo.

Dalam kesempatan ini Priyo juga mengimbau para pemilik suara untuk berpikir jernih sebelum memilih caketum di arena Munaslub Golkar.

“Jika kita semua hari ini terbius oleh alasan-alasan yang bersifat sesaat dan kemudian kita menggunakan itu tidak hati-hati maka kesalahan kita kan jadi persoalan panjang seperti Golkar yang terjebak dalam perpecahan panjang. Atas izin para senior, saya Priyo Budi Santoso, menyerahkan sepenuhnya nasib dan masa depan Golkar di pundak ketua-ketua partai dari seluruh kabupaten dan provinsi di Indonesia. Pilihlah nahkoda yang dianggap mampu dan mumpuni memimpin Golkar menuju kejayaan,” kata Priyo.
(van/tor)

TIDAK ADA KOMENTAR