Priyo Budi Santoso: Isu Peran Kekuasaan Istana di Munaslub Golkar Tak Baik

0
425
Bakal calon Ketua Umum Golkar, Priyo Budi Santoso. Foto: Antara

Rimanews – Bakal calon Ketua Umum Golkar, Priyo Budi Santoso menegaskan bahwa isu yang berkembang berkaitan adanya peran kekuasaan istana dalam Munaslub, sangat tidak baik bagi Golkar yang saat ini sedang mencoba memulai tradisi baru pemilihan ketua umum yang demokratis.

Priyo pun mengaku tidak nyaman dengan isu politik kekuasaan yang belakangan mengemuka menjelang penyelenggaraan Musyawarah Nasional Luar Biasa Golkar.

“Pemberitaan seminggu ini membuat saya tidak nyaman. Ada kabar mengatasnamakan presiden dan sebagainya, mohon agar itu dihentikan,” ujar Priyo dihubungi dari Jakarta, Rabu (11/5/2016).

Dia juga mengingatkan seluruh pihak bahwa calon Ketua Umum Golkar berjumlah delapan orang, bukan hanya dua yang belakangan menjadi sorotan media.

“Calon ketum Golkar itu ada delapan, tidak hanya dua orang. Dan kami berdelapan adalah kader unggulan Partai Golkar,” jelas dia.

Priyo menegaskan dirinya beserta tim sukses akan memastikan Munaslub berjalan adil dan demokratis agar menghasilkan kepemimpinan yang baik bagi Golkar di masa mendatang.

Munaslub Golkar akan dihelat 15-17 Mei 2016 di Bali. Panitia Munaslub Golkar telah mengesahkan delapan bakal caketum Golkar antara lain sesuai nomor urut, Ade Komarudin nomor urut 1, Setya Novanto (nomor 2), Airlangga Hartarto (nomor 3), Mahyudin mendapat (nomor 4), Priyo Budi Santoso (nomor 5), Aziz Syamsuddin (nomor 6), Indra Bambang Utoyo (nomor 7), dan Syahrul Yasin Limpo (nomor 8).

Sejauh ini para kandidat tengah melakukan proses kampanye dan sosialisasi kepada seluruh pemegang hak suara. Namun seiring proses tersebut, muncul isu-isu terkait dukungan istana terhadap calon tertentu hingga isu politik uang.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY