Priyo Kesal Dengar Klaim dari Istana Presiden, atau Istana Wapres

0
425
Priyo Budi Santoso. Foto: dok/JPNN.com

SURABAYA – Calon Ketua Umum Partai Golkar Priyo Budi Santoso tidak ikhlas jika ada tangan-tangan kekuasaan mencampuri urusan musyawarah nasional luar biasa PG di Bali.

Apalagi kalau tangan-tangan kekuasaan itu mengintervensi dan mendukung salah satu caketum. “Saya dan banyak teman lain tetap bertekad untuk kawal munaslub yang baik, demokratis dan bersih,” tegas Priyo di sela-sela kampanye zona II caketum Golkar di Surabaya, Rabu (11/5).

Bukan tanpa alasan Priyo menyebut tidak ikhlas jika ada campur tangan kekuasaan dalam pemilihan ketum Golkar. Sebab, mantan Wakil Ketua DPR ini mengaku sudah mendengar kabar ada caketum yang disebut-sebut mendapatkan dukungan penguasa. “Ada kabar yang satunya yang mengatasnamakan Istana Presiden, pihak satunya lagi seolah sinyal dari Istana Wapres,” kata Priyo.

Menurut dia, hal itu patut disayangkan. Hal itu tidak baik di saat Golkar ingin berbenah dan memulai tradisi baru yang demokratis dalam memilih ketua umum. “Kasihan pimpinan Golkar dari daerah digiring ke sana-sini,” imbuh Priyo.

Jika terpilih sebagai ketum, Priyo tidak ragu sedikitpun membawa Golkar bekerjasama dan mendukung pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Tapi, pemberitaan seminggu ini membuat semua tidak nyaman. Ia mohon agar itu dihentikan. “Calon Ketum Golkar itu ada delapan, tidak hanya dua orang. Dan kami berdelapan adalah kader unggulan Partai Golkar,” katanya.

Ia mengatakan, biarkanlah Golkar berbenah dengan tradisi baru yang demokratis dan bersih. “Tidak mudah memang, karena disana-sini masih ada pemberitaan terkait jor-joran politik uang,” kata dia. (boy/jpnn)

TIDAK ADA KOMENTAR