Priyo Singgung Mobil Esemka, Aziz Bicara Soal Nawacita

0
598
Debat Caketum partai Golkar di Bali. (detik)

Badung – Caketum Golkar nomor urut 5 Priyo Budi Santoso bicara soal pendidikan dalam debat caketum Golkar di Bali. Sedangkan caketum nomor urut 6, Aziz Syamsuddin, banyak menyelaraskan programnya dengan Nawacita Pemerintahan Jokowi-JK.

Priyo memulai pemaparannya dengan bicara soal pasar bebas. Mantan Wakil Ketua DPR itu bicara soal bebasnya pekerja ASEAN dan China mencari uang di Indonesia. Priyo ingin anak bangsa bisa bersaing dengan para pekerja asing. Salah satu caranya adalah dengan pendidikan murah.

“Kita masih mendengar pendidikan di universitas besar masih mahal, itu harus kita koreksi. Pendidikan murah itulah visi saya kalau saya dipercaya jadi Ketum Golkar,” ujar Priyo di arena debat di Singaraja Hall, Bali Nusa Dua Convention Centre, Badung, Bali, Jumat (13/5/2016).

Jika terpilih jadi ketum Golkar, Priyo akan mendorong dibuat banyak balai pelatihan kerja. Dia juga berkomitmen memperkuat pendidikan kejuruan. Priyo menekankan pentingnya pendidikan kejuruan. Dia menyebut mobil Esemka sebagai salah satu contoh produk sekolah kejuruan.

“Esemka hasil adik-adik kita di Solo luar biasa. Dimotori oleh Presiden Jokowi yang saat itu masih jadi wali kota, siswa kejuruan di Solo telah melahirkan Esemka, mobil yang merupakan orisinal produk anak-anak kita. Namun saya silir-silir belum mendengar kejelasan tentang itu,” ujar Priyo.

“Dan yang juga penting adalah pembangunan ekonomi desa. Hari ini kita membangun desa, desa itu penting. 75% Penduduk kita tinggal di desa, kalau kita membangun desa, sejahteralah Indonesia,” imbuh Priyo.

Aziz yang bicara setelah Priyo banyak menyinggung soal Nawacita Jokowi-JK. Dia menyelaraskan program-program yang ‘dijualnya’ dengan Nawacita.

“Wajib belajar 12 tahun harus bisa terwujud. Dan politik harus mengandung rasa aman. Sejalan dengan Bapak Presiden, dengan program Nawacita, yaitu menciptakan rasa aman. Pendidikan dan ekonomi tak bisa berjalan kalau rasa aman tidak terjamin,” ujar Aziz.

Aziz lalu bicara soal pembangunan daerah perbatasan dan desa. Aziz mengaitkan programnya ini dengan poin ketujuh Nawacita Jokowi-JK.

“Program selanjutnya yaitu membangun daerah-daerah perbatasan, membangun desa. Balita kekurangan makanan, bayi kurang gizi harus diselesaikan. Pendidikan harus ditingkatkan. Ini sesuai dengan Nawacita ketujuh,” ujar Aziz.

Sekretaris Fraksi Golkar ini lalu kembali bicara soal pendidikan kader Golkar. Aziz kembali menegaskan akan mengutamakan kader-kader Golkar di pilkada.
(ear/tor)

TIDAK ADA KOMENTAR